Menulis Buku dari Karya Ilmiah


Karya ilmiah adalah karya tulis yang berisi penjabaran masalah beserta penyelesaiannya, dimana penyelesaian masalah menggunakan kaidah ilmiah. Karya ilmiah merupakan alat penghubung bagi penulis peneliti dengan masyarakat ilmiah untuk mengomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah. Karya ilmiah dapat berupa makalah, skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan laporan penelitian lainnya.

Menulis buku dari karya ilmiah bukan berarti mengubah media tulisan dari bentuk karya tulis ilmiah menjadi buku tanpa mengubah apapun isi tulisan. Menulis buku dari karya ilmiah berarti kita mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku dengan cara menyesuaikan isi karya tulis ilmiah itu dengan aturan penulisan buku.

Karya tulis ilmiah memiliki sistematika penulisan tertentu yang sudah baku. Hal ini berbeda dengan buku. Sebuah buku tidak memiliki sistematika khusus untuk menyajikan isi tulisan di dalamnya. Sistematika karya tulis ilmiah adalah: pendahuluan, kajian Pustaka/landasan teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan. Di dalam buku tidak ada aturan seperti ini, kita bebas saja menulis jenis informasi yang diinginkan dan urutannya sepanjang tidak akan membingungkan pembaca.

Mengubah karya ilmiah menjadi buku memiliki banyak keuntungan bagi penulisnya. Keuntungan tersebut adalah: (1) buku bisa dibaca oleh semua kalangan; bukan hanya masyarakat ilmiah dan orang-orang di area tertentu saja, (2) buku bisa diperjualbelikan, sehingga akan menambah keuntungan finansial bagi penulisnya, (3) bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) buku dapat menambah poin angka kredit untuk kenaikan pangkat/golongan sama dengan karya ilmiah sumbernya, sehingga satu kegiatan memiliki 2 bukti fisik dan keduanya bisa mendapatkan poin angka kredit, (4) nama penulis akan dikenal secara luas sebagai akibat publikasi buku yang lebih luas tadi, (5) hasil penelitian/ilmu pengetahun lebih tersebar luas kepada khalayak ramai.

Melihat keuntungan yang begitu besar yang akan didapatkan oleh orang yang membukukan karya ilmiah, maka bagaimanakah cara untuk mengubah karya ilmiah menjadi buku? Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengubah karya ilmiah menjadi buku dengan baik.

1.      Ubah Judul

Biasanya judul karya ilmiah terdiri dari hal yang dilakukan, untuk suatu tujuan tertentu, bagi subyek tertentu. Hal ini harus diubah ketika dijadikan buku. Judul buku harus menarik khalayak ramai sehingga mereka mau membacanya. Sebagai contoh karya ilmiah yang berjudul: “Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA”, dapat diubah menjadi “Kiat Menulis Modul Riset”. Selain kata “kiat” kita juga bisa menggunakan kata lain seperti “tips”, “strategi”, “trik”, “jurus”, dan sebagainya yang bisa menarik orang untuk membaca buku.

2.      Ubah daftar isi

Daftar isi baku sebuah karya tulis ilmiah adalah: Bab 1; pendahuluan, bab 2; landasan teori/kajian Pustaka, bab 3 metode penelitian, bab 4; hasil dan pembahasan, dan bab 5; kesimpulan. Ketika dikonversi ke buku harus mengikuti pedoman 2W+H (Why, What, dan How) menjadi bab 1; menjelaskan pentingnya variable bebas dan terikat (Why), bab 2; menjelaskan tentang pengertian variable bebas dan terikat (What), bab 3, 4, dan 5; menjelaskan bagaimana tahap penentuan/pembuatan variable bebas, penerapan variable bebas, hasil penerapan variable bebas (variable terikat), dan dampak penerapan variable bebas bagi subyek penelitian. Boleh juga menuliskan materi buku dengan mengembangkan bab 2 karya ilmiah berupa landasan teori/kajian Pustaka. Pada buku, bab 2 karya ilmiah diperjelas dengan menambahkan pemaparan masing-masing variable penjelas setiap sub bab.

3.      Ubah sedikit isi karya ilmiah

Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Hilangkan semua "kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah. Grafik boleh ditampilkan tapi jangan terlalu banyak dan hanya grafik penting saja, grafik yang tidak terlalu penting dapat diubah ke dalam bentuk kalimat/paragraph.

4.      Ubah kebahasaan dan penyajian

Karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai pemahaman dan pengalamannya. Semakin literat penulis maka akan semakin baik buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus berupaya agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengenali bahwa karya ilmiah kita diubah menjadi buku

5.      Dalam daftar pustaka hanya menggunakan referensi terpercaya secara ilmiah

Referensi terpercaya dapat diperoleh dari e-book, jurnal ilmiah, dan karya ilmiah lainnya. Bisa juga menggunakan blog sebagai referensi, tetapi harus blog resmi dan terpercaya. Blog resmi adalah blog yang dimiliki oleh lembaga terpercaya seperti blog milik pemerintah, contoh kemendikbud.go.id. Hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain-lain

6.      Jujur tentang isi buku

Berikanlah pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan penelitian yang telah dilakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

7.      Minimal 70 halaman

Buku hasil ubahan dari karya ilmiah memiliki sekurang-kurangnya 70 halaman format A5 dengan huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan dari penerbit

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan karya yang sudah kita miliki. Itu merupakan suatu pelanggaran karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya tulis kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga karya ilmiah versi buku tidak sama struktur dan isinya dengan karya ilmiah aslinya.

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kumpulan Best Practice Kepala Sekolah Dasar

Soal-soal Latihan Untuk OSN SD

Soal PTS Kurikulum 2013 Semester II Kelas I dan IV SD